Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup
..::Selamat Datang di Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup::.. .:: Dikarenakan Alasan Teknis, Sementara Waktu http://ppejawa.menlh.go.id belum bisa dioperasikan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ::..

Makna Hari Lingkungan

01 Juni 2013 - 18:15:01 - Hits : 353 - Posted by shodiqnet

Makna Hari Lingkungan

Makna Hari Lingkungan Bagi Mereka

Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingatinya sebagai Hari Lingkungan. Namun, pernahkah kita sungguh-sungguh merenung dan merefleksikan makna sejatinya hari lingkungan bagi pribadi kita. Ataukah hari lingkungan yang kita diperingati setiap tahun tak lebih dari sekadar seremonial belaka yang kering akan makna tanpa punya arti apa-apa? Bila ya, saatnya ubah perilaku lingkungan kita. Berikut makna hari lingkungan bagi mereka.


Prof. Dr. Emil Salim
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI

Pola Konsumsi tidak Boros

"Hari lingkungan hendaknya membawa kesadaran bahwa demi menyelamatkan lingkungan kita, pola konsumsi kita harus kita kaji untuk tidak boros. Untuk makan kebutuhan primer, tapi untuk yang lain-lainnya apakah perlu makan secara berlebihan. Karena itu, Think menjadi penting, perhitungkan daya dukung lingkungan demi menyelamatkan bumi untuk penduduk yang semakin banyak bertambah. Dan, penduduk yang semakin bertambah itu, seperempat dari 7 miliar itu  tidak cukup pangannya, karena miskin, keterbelakang.  Seperempatnya lagi  berlebihan makanannya. Jadi, kita perlu mencari pola makan yang sebanding dengan daya dukung alam tadi".


Prof. Dr. Balthazar Kambuaya
Menteri Lingkungan Hidupn RI

Koreksi Perilaku lingkungan

"Kita mengambil makna dari hari lingkungan tahun ini untuk diri kita masing-masing. Makan berlebihan itu juga penyakit. Jadi, food print-nya harus betul-betul dibuat. Kalau hanya butuhnya lima jangan beli sepuluh. Jadi, kita ambil makna hari lingkungan ini untuk pribadi kita masing-masing. Tema ini sebenarnya bicara diet, masalah kesehatan juga ada di dalamnya. Tema tahun lalu, ekonomi hijau: does include you. Tema itu sebenarnya koreksi untuk setiap individu apa tidakannya selama ini betul-betul ramah lingkungan".

Ir. Elyas Assad, MP.
Deputi VI Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup


Apa yang sudah Kita Berikan untuk Lingkungan

"Bagi saya, hari lingkungan hidup selalu menyadarkan kembali apa yang sudah kita perbuat selama satu tahun ini untuk lingkungan. Buat kita yang bekerja di lingkungan hidup ini patut merenung apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang akan kita kerjakan  ke depan. Itu saja point saya. Harusnya kita semua merenung, kita sudah kerja apa sih? Apa yang sudah kita kerjakan selama setahun dan apa hasilnya untuk negara karena kita kerja di pemerintah. Apa hasilnya buat masyarakat".


Ir. Arief Yuwono, MA
Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim
Kementerian Lingkungan Hidup

Menjadi Rahmatal lil alamin
bagi Lingkungan

"Saya menyadari bahwa manusia tidak bisa lepas dari lingklungan hidup tapi sampai saat ini manusia tidak pernah punya rasa hormat terhadap lingkungan, bahkan juga manusia tega berbuat semena-mena terhadap alam ini. Maka, yang harus kita kembalikan adalah bagaimana hubungan  manusia dengan lingkungan supaya serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan. Lingkungan itu hanya memberi dan kita sebenarnya bagian dari yang menikmati. Harusnya manusia menjadi rahmatal lil alamin jangan menjadi rahmat tapi tidak alamin. Jadi, rahmat untuk semua alam".

Ika Septya Rini
Manajer Penggalangan Sumber Daya Walhi
(Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)

Apa yang Kita Lakukan Untuk Lingkungan

"Hari lingkungan hidup buat saya dimaknai sebagai suatu rantai, tidak hanya misalnya pada hari lingkungan kita buat apa. Akan tetapi, apa yang kita lakukan saat ini untuk melindungi lingkungan. Misalnya, dengan memilih produk yang ramah lingkungan kita sudah membantu mengurangi resiko kerusakan lingkungan itu sendiri. Berpikirnya adalah apa yang kita lakukan saat ini juga berkontribusi untuk masa depan lingkungan baik untuk diri kita sendiri maupun lingkungannya".


Ir. Mudharisin
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Madya Jakarta Utara

Tema yang Fundamental Merubah Perilaku

"Lingkungan satu-satunya bisa memberikan tempat yang layak bagi masyarakat. Terutama  untuk generasi kita ke depan. Tema lingkungan tahun ini, yakni Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan, sebenarnya sudah sangat mengena karena sangat fundamental bagi kita untuk menyelamatkan bumi ini. Jadi, saya melihat ini menjadi tema yang sangat tepat karena berangkat dari hal yang fundamental, yaitu bagaiman merubah perilaku orang terhadap lingkungan".

Tags : pli2013

Info Terkait :


Tinggalkan Komentar

108 + 3 =


  • Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup
    Jl. Ringroad Barat No. 100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
    Phone. 0274-625800, 0274-625811
    Fax. 0274-620702, 0274-620799
    publikasi@ppejawa.com