Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup
..::Selamat Datang di Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup::.. .:: Dikarenakan Alasan Teknis, Sementara Waktu http://ppejawa.menlh.go.id belum bisa dioperasikan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ::..

Ekoregion Provinsi Jawa Barat

Ekoregion Provinsi Jawa Barat

GAMBARAN UMUM WILAYAH JAWA BARAT

Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di  antara 5o50' - 7o50' Lintang Selatan dan  104o48' - 108o48' Bujur Timur, dengan batas-batas wilayahnya:

  1.  sebelah Utara, berbatasan dengan Laut Jawa dan DKI Jakarta
  2.  sebelah Timur, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah
  3.  sebelah Selatan, berbatasan dengan Samudra Indonesia
  4.  sebelah Barat, berbatasan dengan Provinsi Banten

Jawa Barat memiliki lahan yang subur, sebagian besar dari luas tanahnya digunakan untuk pertanian. Ini lebih dimungkinkan karena Jawa Barat yang beriklim tropis.

SATUAN EKOREGION

Satuan Ekoregion di Provinsi Jawa Barat adalah Pegunungan Blok Patahan, Dataran Rendah, Dataran Tinggi, Perbukitan Karst, Volkanik, dan Perbukitan Sinklinal.  Ekoregion (bentang lahan) blok patahan berada pada zone selatan Jawa Barat seperti; Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan Suka Bumi, serta beberapa tempat di bagian tengah yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon,  Majalengka dan Kuningan. Dataran rendah di wilayah Provinsi Jawa Barat sebagian besar berada di wilayah utara (meliputi daerah Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang dan Bekasi. Dataran tinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat pada umumnya terletak di daerah yang beriklim basah (CH  ≥ 2.500 mm/tahun) di bagian tengah dan sebagian di daerah bagian timur.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK ( ABIOTIK)

Terdiri dari 6 Karakteristik Lingkungan Fisik (Abiotik), yaitu;

1. Karakteristik Klimatologi & Kualitas Udara   

Curah hujan rata-rata tiap tahun di Jawa Barat berkisar mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (3.063 mm/tahun) dengan kisaran curah hujan antara 2.123 - 4.669 mm/tahun. Jawa Barat memiliki iklim tropis, selama ini  suhu terendah tercatat 9oC yaitu di Puncak Gunung Pangrango dan suhu tertinggi tercatat 34oC di daerah pantai utara.Kecepatan angin rata-rata selama tahun 2009  sebesar 3 knot dengan tekanan udara sebesar 922,9 mb dan kelembaban nisbi mencapai 79 persen.

2. Karakteristik Geologi   

Proses geologi yang terjadi jutaan tahun lalu menyebabkan Provinsi Jawa Barat dengan  luas 3,6 juta  hektar,  terbagi menjadi  sekitar 60% daerah bergunung dengan ketinggian antara 500-3.079 meter dpl dan  40%  daerah dataran yang memiliki variasi tinggi antara 0-500 meter dari permukaan laut. Secara geologis daratan Jawa Barat merupakan bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi. Jawa Barat didominasi oleh endapan alluvial yang terdapat di bagian utara dan sebagian di selatan. Endapan lainnya yang cukup dominan adalah Elosen yang terdapat di bagian tengah - timur, dan alluvial faces gunung api di bagian tengah - barat.

3.  Karakteristik Geomorfologi

Geomorfologi pada daerah ini didominasi oleh Blok Pegunungan Patahan yang membentang dari barat ke timur, yaitu dari Teluk Pelabuhan Ratu hingga ke Teluk Nusakambangan. Proses geomorfologi yang bekerja pada daerah Jawa Barat bagian tengah adalah proses-proses vulkanik. Adanya penunjaman lempeng samudera di bawah Pulau Jawa menyebabkan magma yang ada di dalam bumi terusik dan menerobos keluar sehingga membentuk gunung api.

4. Karakteristik Tanah

Pada umumnya tingkat kesuburan tanah di Jawa Barat cukup baik. daerah dataran rendah di sepanjang pantai utara misalnya, ditutupi oleh jenis tanah alluvial yang subur untuk lahan pertanian/persawahan. Jawa Barat  bagian tengah yang merupakan daerah berbukit dan bergunung serta daerah lembah-lembah diantara gunung-gunung tersebut, juga ditutupi oleh jenis tanah alluvial. Sedangkan Di bagian selatan merupakan daerah pegunungan ditutupi oleh jenis-jenis tanah latosol, organosol, dan litosol yang dapat dimanfaatkan untuk lahan-lahan tanaman perkebunan

5. Karakteristik  Hidrologi

Sungai Citarum sangatlah penting bagi pembangunan Jawa Barat dan kesejahteraan penduduknya. Pemanfaatan sungai tersebut antara lain untuk air rumah tangga, air irigasi  pertanian . Jawa Barat memiliki 27 buah cekungan airtanah yang terdiri dari 8 cekungan lokal, 15 cekungan lintas kabupaten/kota dan 4 cekungan lintas propinsi. Total luas cekungan airtanah di Jawa Barat sekitar 26.307 km2, sedangkan jumlah total potensi airtanah bebas (Q1) sekitar 15,377 milyar m3/tahun, sedangkan jumlah air tanah tertekan sekitar 985 juta m3/tahun.

6. Karakteristik  Oseanografi

Adanya ekosistem padang lamun di perairan Kabupaten Sukabumi. Lamun di sini hanya hidup di beberapa daerah yang dangkal, berarus tenang, terlindung dan banyak di antara dataran karang (coral flat). Pada Pantai Ujung Genteng misalnya  ditemukan jenis yang dominan adalah adalah  Thalassia

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN HAYATI(BIOTIK)

Terdiri dari 2 karakteristik Lingkungan Hayati (Biotik), yaitu;

1. Karakteristik Hutan

Ada 2 macam hutan yang terdapat di Jawa Barat yaitu hutan darat dan hutan rawa. Hutan darat meliputi 3 jenis hutan menurut fungsinya yaitu hutan konservasi, lindung dan produksi. Area kawasan hutan jika ditinjau dari sebarannya, lebih terkonsentrasi di wilayah Jawa Barat bagian selatan yang membentang mulai dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, juga di Kabupaten Kuningan, serta tersebar sebagian kecil di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan

2. Karakteristik Fauna

Fauna di Jawa Barat cukup beragam, baik binatang/hewan yang sudah diternakkan penduduk seperti sapi, kerbau, kambing, babi dan jenis-jenis ternak unggas maupun binatang liar yang hidup di kawasan hutan. Sebagai gambaran jenis flora dan fauna hutan tersebut dapat ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dan Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, terletak di daerah Kabupaten Cianjur.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN KULTURAL

 Terdiri dari 4 karakteristik Lingkungan Kultural, yaitu;

  1. Karakteristik Kependudukan

Jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2009 sebesar 42.693.951 jiwa yang tersebar di 26 kabupaten/kota. Kabupaten yang mempunyai jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sebesar 4.453.927 jiwa atau sekitar 10,43% dari jumlah penduduk Jawa Barat dan Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sebesar 3.148.951 jiwa (7,38%).  Macan Tutul (Panthera pardus) ditetapkan sebagai identitas Fauna Jawa Barat menggantikan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

     2.  Karakteristik Sosek

Pada tahun 2009 jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 42.693.951 jiwa. Jika ditinjau dari kemampuan setiap rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, pada tahun 2008 sebanyak 26,37% rumah tangga di Jawa Barat berada di bawah garis kemiskinan.

     3.  Karakteristik Sosial Budaya

Penduduk di Jawa Barat yang paling dominan adalah pemeluk agama Islam dan yang kedua yaitu agama Khatolik. Jumlah penduduk agama Islam pada tahun 2009 sebanyak 41.795.305, Katolik sebanyak 496.757, Protestan 2.024.860, Hindu 107.448, Budha 202.505 orang, dan pemeluk agama lainnya 408.880 orang.

     4.  Karakteristik Penggunaan Lahan

Berdasarkan data dari  Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2009. Jenis penggunaan lahan di Jawa Barat tahun 2008 meliputi : pemukiman, jasa, industri, tegalan, sawah, kebun campuran, perkebunan, hutan, perairan, tambak, tanah kosong, semak alang-alang dan lain-lain (tidak jelas penggunaannya). Kondisi ini relatif konstan sejak tahun 2005, kecuali penggunaan lahan permukiman, jasa dan industri mengalami kenaikan.


  • Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa - Kementerian Lingkungan Hidup
    Jl. Ringroad Barat No. 100 Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
    Phone. 0274-625800, 0274-625811
    Fax. 0274-620702, 0274-620799
    publikasi@ppejawa.com